Sering Konsumsi Tramadol, Pria Ini Mengalami Kelumpuhan
| Jaharuddin warga desa Sie Monta, kini tidak lagi mengkonsumsi Tramadol, kesehatanya membaik |
Bima,
JERAT Online - Pemakaian obat seharusnya melalui resep dokter, jika digunakan
secara berlebih obat juga dapat menimbulkan efek samping yang buruk bagi
kesehatan.
Namun,
akhir-akhir banyak kalangan yang menyalahgunakan obat generik tanpa melalui
resep dokter sehingga berimbas pada memburuknya kesehatan mereka.
Seperti peristiwa kelumpuhan yang dialami oleh Jaharuddin (43) warga Desa Sie, Kecamatan Monta. Pria empat orang anak ini mengaku pernah mengalami lumpuh selama empat bulan akibat sering menkonsumsi obat Tramadol.
Hingga ditemui di kediamannya, Rabu (31/8/2016) siang pria yang kesehariannya sebagai operator Some atau mesin pembelah kayu ini masih belum bisa beraktivitas seperti biasa.
Seperti peristiwa kelumpuhan yang dialami oleh Jaharuddin (43) warga Desa Sie, Kecamatan Monta. Pria empat orang anak ini mengaku pernah mengalami lumpuh selama empat bulan akibat sering menkonsumsi obat Tramadol.
Hingga ditemui di kediamannya, Rabu (31/8/2016) siang pria yang kesehariannya sebagai operator Some atau mesin pembelah kayu ini masih belum bisa beraktivitas seperti biasa.
Jaharuddin
mengatakan, penyakit lumpuh yang dialaminya berawal ketika ia sedang mengeruk
ampas kayu dengan sekop lalu merasakan pinggangnya mulai ngilu.
“Biasanya juga tidak berlangsung lama, tapi sejak saya rutin konsumsi Tramadol, efek ngilu di pingang itu berdampak pada seluruh sendi hingga kaki kanan saya tidak dapat digerakkan karena lumpuh,” urainya.
“Biasanya juga tidak berlangsung lama, tapi sejak saya rutin konsumsi Tramadol, efek ngilu di pingang itu berdampak pada seluruh sendi hingga kaki kanan saya tidak dapat digerakkan karena lumpuh,” urainya.
Ia
mengaku jera untuk menyentuh barang yang telah membuatnya bugar sesaat itu,
“Setiap sore saya tetap konsumsi dua butir, sebab itu dapat menambah vitalitas.
Esok harinya ketika melakukan pekerjaan berat terasa enteng dan enerjik, namun
setelah dampak yang saya alami ini, kapok bahkan untuk menyebut namanya saja
saya sudah muak,” kisahnya.
Setelah
bertarung dengan kelumpuhannya selama empat bulan, Ia merasa hidupnya tidak
berarti lagi, “Istri dan anak saya terpaksa harus mencari nafkah sendiri
termasuk untuk membiayai saya untuk berobat. Sekarang saya sudah dapat berjalan
normal namun belum kuat untuk bekerja,” imbuhnya.
Ia
berharap agar Bandar atau penjual tramadol ini segera ditangkap dan diberantas,
“Saya tegaskan pada anak-anak saya untuk tidak menyentuh barang ini. Namun itu
belum cukup jika penjual tidak ditangkap, bahkan jika saja saya mengetahui
orangnya sudah pasti saya laporkan,” katanya.
Jaharuddin
adalah satu dari sekian banyak korban akibat mengkonsumi barang pembawa petaka
ini, dia bertekad untuk menjadi bagian dari gerakan anti Tramadol.
“Barang ini sempat akrab dengan saya karena rutin diantar beberapa remaja, tidak perlu saya sebut namanya karena mereka sama seperti saya hanya pemakai, yang terpenting adalah mengetahui dari mana barang itu didapat,” katanya.
“Barang ini sempat akrab dengan saya karena rutin diantar beberapa remaja, tidak perlu saya sebut namanya karena mereka sama seperti saya hanya pemakai, yang terpenting adalah mengetahui dari mana barang itu didapat,” katanya.
Saking
rutinya tramadol ini dikonsumsi, Jaharudin malah tenar dengan nama samaran,
“Nama asli saya sudah tidak akrab lagi, orang-orang malah menyapa saya dengan
panggilan Trama,” tutupnya tersipu.
[Leo]

Post a Comment