Penguatan Kapasitas Perangkat Desa, Bupati Targetkan Peningkatan SDM
![]() |
| Bupati Bima Hj Indah Damayanti putri di Workshop penguatan aparat desa |
Kegiatan
tersebut turut dihadiri oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama kemenko PMK
RI DR. Drs. Yohan, M.Si, Kepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya Kedeputian VII
Kemenko PMK Melkianus Kebos, S.Stp, Lecture FISIP, Departemen Sosiologi dari
Universitas Gajah Mada Yogyakarta, dari Freiderich – Ebert – Stiftung ( FES
Indonesia Jakarta)) Mian Manurung yang juga sebagai narasumber, Para Asisten,
para Kepala SKPD / OPD, Unsur Bappeda kabupaten Bima,Pimpinan Perguruan Tinggi,
Pendamping Desa, LSM, Organisasi Mahasiswa, Organisasi Kemasyarakatan, camat,
Para kepala Desa Se – kabupaten Bima serta para pendamping desa.
Bupati
Bima dalam arahan, dengan adanya program penguatan Kapasitas Perangkat Desa ini
i merupakan salah satu program kegiatan dalam rangka penguatan aparatur desa
yang menekankan pada aspek afektif dan kongitif sehingga para aparatur
perangkat desa dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang azaz dan
prinsip Undang – Undang desa, terutama aza rekongnisi dan subsidiaritas,
kewenangan desa, proses perencanaan dan pegnanggaran desa serta identifikasi
dan potensi pengembangan media informasi yang ada di desa.
Untuk
itu dalam rangka mencapai program penguatan kapasitas aparatur desa ini,
dipandang perlu untuk meningkatkan kapasitas SDM pelayanan, mengingat bahwa
Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur pelayanan memiliki peran strategis sebagai
pendorong (key leverage) dari reformasi birokrasi, sehingga arah kebijakan
pembangunan di bidang aparatur adalahmeningkatkan profesionalisme, netralitas
dan kesejahteraan SDM aparatur.
Peningkatan
kualitas SDM aparatur diarahkan untuk mewujudkan SDM aparatur yang profesional,
netral, dan sejahtera. Hal tersebut mengindikasikan sangat pentingnya
profesionalitas aparatur dalam rangka meningkatkan dalam pelaksanaan tugas
administrasi pemerintah desa.
Salah
satu bentuk upaya peningkatan sumber daya manusia, aparatur pemerintahan baik
yang berada di kecamatan maupun di desa dapat meningkatkan pelayanan di
kecamatan, serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Oleh karena
itu dengan adanya kegiatan seperti ini saya menyambut baik kegiatan pelatihan
bagi aparatur pemerintahan kecamatan dan desa, sehingga diharapkan dengan
pelatihan ini aparatur pemerintahan ini dapat memahami kebijakan pemerintah
tentang pemerintahan, manajemen, kewenangan, kelembagaan, keuangan, dan
kekayaan di kelurahan dan kecamatan serta dapat merencanakan pembangunan,
produk hukum, administrasi, penataan wilayah dan pelaporan penyelenggaraan
pemerintahan,
ehingga aparatur pemerintah kecamatan dan desa dapat
melaksanakan tugas dan fungsinya selaku pelayan masyarakat serta dapat
melaksanakan tugasnya dengan baik.
Aspek-aspek
atau bidang yang hendak dibangun ditingkat pemerintahan desa/pemeritahan
terendah adalah profesionalisme aparat pemerintah desa dalam pelaksanaan
tugas-tugas administrasi pemerintahan, disamping memperkuat partisipasi
masyarakat dan kelembagaannya serta aspek-aspek lainnya.
Keberadaan
aparat desa yang juga diserahi tugas dibidang administrasi, menduduki posisi
yang sangat penting karena sebagai organ pemerintahan yang paling bawah.
Dengan
demikian aparat desa dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari, terutama yang
berhubungan dengan penyajian data dan informasi yang dibutuhkan, semakin dituntut
adanya kerja keras dan kemampuan yang optimal guna memperlancar pelaksanaan
tugas pemerintahan sekaligus dapat mewujudkan good governance memerlukan unsur
profesionalisme dari aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan publik.
Profesionalisme
disini lebih menekan kepada kemampuan, keterampilan dan keahlian aparatur
pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang responsif, transparansi,
efektivitas dan efesien. Dinda berharap semoga dengan adanya program ini
keberadaan Penguatan aparatur desa ini memegang peranan yang sangat penting
untuk melaksanakan tugasnya di desa, sebagai salah satu faktor yang mempunyai
nilai tersendiri untuk mewujudkan kemajuan desa sehingga melalui kegiatan ini
diharapkan para aparaur desa dapat melaksanakan tugasnya dalam rangka membangun
desannya sekaligus mendukung kelancaran tugas maupun program yang dilaksanakan
oleh kepala daerah di desanya masing – masing.
Kepala
Bappeda kabupaten Bima Drs. H.Muzakkir, M.Sc dalam laporan program ini
merupakan salah satu program kegiatan kerjasama Kementerian Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Kemenko- PMK) bekerjasama dengan
Freiderich – Ebert – Stiftung ( FES Indonesia Jakarta). Pada tahun 2016 program
tersebut telah dilaksanakan di 3 (tiga) Kabupaten yakni Cianjur Jawa Barat,
Bima – NTB dan Kutai kartanegara Kalimantan Timur dan masing – masing Kabupaten
mencakup 4 (empat ) s/d 5 (lima) pendamping. Adapun kegiatan utama dalam
program ini yaitu Workshop penguatan aparatur desa yang menekankan pada aspek
afektif dan kongkrit dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang aza
dan prinsip UU desa, sedangkan dalam On Job Training dimulai dengan Musyawarah
desa tentang pentingnya media informasi di desa dilanjutkan dengan melakukan
praktik penggunaan instrument sisten informasi desa dan kawasan pedesaan.
Hasil
yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu adanya indentivikasi perubahan yang
dialami oleh desa, baik secara individu kepala desa / perangkat desa maupun
kelembagaan di desa serta identivikasi manfaat keberadan system informasi di
desa.
[Hum]


Post a Comment