Depan Kantor UPT, Gempar Tuding Kepala SDN 1 Teke Cari Untung
Nyaris Ricuh, Aksi Ditolak Warga Setempat
![]() |
| konsentrasi warga saat aksi berlangsung |
Bima, jerat.co.id - Puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda
Peduli Rakyat Palibelo (Gempar) menggelar aksi
demo di
depan Kantor UPT Dikpora Palibelo kabupaten Bima NTB.
Aksi yang dilakukan Rabu (14/12)
itu menuding H. Lukman kepala SDN 1 Teke meraup keuntungan dengan cara sengaja menutup akses informasi terkait gambar dan
RAB rehabilatas gedung sekolah.
Koordinator aksi Salahuddin, S.Pd
menilai tindakan kepala sekolah merupakan bentuk arogansi
pembangkangan amanat undang-undang keterbukaan
informasi publik No 14 Tahun 2008, “Kami hanya
ingin mencocokkan jumlah anggaran yang dikucurkan dengan kondisi fisik
bangunan, jika benar anggarannya mencapai 400 jt bersumber APBN, tentunya kami
menduga kepala sekolah telah meraup keuntungan yang berlebihan dari pekerjaan
ini.” Gagasnya.
Akses informasi terkesan ditutupi, kata Salahudin. Dalam prosesnya,
pihak sekolah sengaja tidak memasang papan informasi proyek, “Hal ini
menimbulkan kecurigaan kami, ketika dikonfirmasi, kesannya kepala sekolah tidak
merespon baik kehadiran kami beberapa waktu lalu,” pungkasnya.
Pantauan sejumlah awak media yang hadir, aksi tersebut
nyaris ricuh karena sejumlah warga menolak para demonstran menggelar orasi di depan
kantor UPT Dikpora. Konsentrasi massa aksi beralih ke depan gedung SDN 1 Teke,
juga dihalau warga sehingga aksi sengaja dihentikan.
Kepala sekolah yang ditemui usai aksi mengaku siap
mempertanggungjawabkan segala konsekwensi hukum yang diakibatkan dari swakelola
rehab sekolah yang dipimpinnya, “Tidak harus dengan cara mendemo kami, jika
ditemui ada kejanggalan dalam pelaksanaan swakelola ini maka silahkan saja
ajukan tuntutan secara hukum, dan saya pasti siap untuk bertanggungjawab,” tantang Lukman.
[Ages]


Post a Comment