Opini : Loyalis Sejati & Loyalis Oportunis
![]() |
| A. Heris, SH |
Saya
tidak akan menggunakan definisi yang rumit untuk menjelaskan apa itu loyalis sejati dan
apa itu loyalis oportunis.
Bagi
saya. Hakekat memahami sebuah defini adalah
menselaraskan niat, pikiran dan tindakan secara
substantif dengan segala resiko dan tanggung jawab itu
jauh lebih penting dan bermakna ketimbang
menghafal semua huruf dan segala definisi
pengertian tapi nihil implementasi.
Kembali
ke judul status ini, Loyalis sejati dalam dada
saya adalah menunjukan totalitas dan dedikasi untuk sebuah pilihan hidup tanpa
ragu apalagi mencla mencle. Politik adalah pilihan bagi saya.
Hanura
adalah idelogi bagi pilihan politik saya.
Maka apapun produk pilihan dari partai HANURA maka menjadi kewajiban bagi saya
untuk mengamankanya, sebut saja misalnya pemerintahan kabupaten bima hari ini di bawah kendali IDP DAHLAN. Sebagai salah
satu partai yang mengusung IDP
DAHLAN, maka tentu saja, saya dan seluruh
perangkat HANURA akan mengawal kekuasaan hari ini sampai selesai.
Mengawal
kekuasaan harus dimaknai dalam segala dimensi, termasuk didalamnya mengawal
harkat dan martabat kekuasaan tersebut, oleh karenanya, segala bentuk kepatutan
akan dihormati dan ketidak patutan harus dipatahkan, dan bila perlu harus
ditutup rapat pintu masuknya dalam era demokrasi hari ini, maka penting bagi
semua pihak untuk bisa menjelaskan dan mendefinisikan kekuasaan secara publik
dan kepribadian secara privasy.
Saya
sadar, pro kontra terhadap peran besar yang harus
saya ambil dalam proses pengawalan kekuasaan hari ini tidak
saja membuat saya dijadikan titik
perhatian dalam berbagai hal, tapi yang harus
dipahami dan diyakini adalah, bahwa apapun tindakan yang
saya ambil merupakan bentuk tanggung jawab saya terhadap masa
depan daerah ini, kami adalah salah satu
partai yang mengusung kekuasaan
hari ini, maka kami juga akan bersama sampai akhir
periode yang diamantkan oleh warga kabupaten bima, sehingga apapun resiko dari penilaian itu, menjadi
konsekwensi logis yang harus diterima.
Sementara
loyalis oportunis bagi saya adalah perilaku haram jadah di era demokrasi saat
ini, kita sebagai manusia yang bertarbat
tentu saja sepakat, bahwa karakter oportunis adalah biang keladi rusaknya
tatakrama dan etika dalam kehidupan bernegara dan
berbangsa, peribadi oportunis adalah pribadi mencla mencle yang tidak
bertanggung jawab, suka enak sendiri, cenderung bermuka delapan (dasamuka),
singkatnya, loyalis oportunis adalah para loyalis demi kepentingan pribadinya dan
anti tanggung jawab dalam segala hal, dalam bahasa sederhananya, para kaum
penganut paham ini, mencari aman dan nyaman untuk dirinya sendiri diatas segala
galanya.
Penulis : A. Heris, SH
Kader Partai Hanura, Calon DPRD Kabupaten Bima


Post a Comment