Tuntut Pelaku Pemukulan Mahasiwa, Gabungan BEM Gelar Aksi Solidaritas
![]() |
| aksi dalam pengawalan ketat aparat kepolisian berlangsung aman |
Bima,
jerat.co.id – Pasca Aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa Stisip
Mbojo Bima beberapa waktu lalu di depan kantor Dispertapa kabupaten Bima yang
berujung kisruh dan mengakibatkan sejumlah mahasiswa mengalami luka serius.
Senin (18/12) ratusan mahasiswa gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
seluruh universitas se kabupaten dan kota Bima menggelar aksi demo di depan
kantor pemda bima, yang dikawal ketat aparat kepolisian.
Aksi ini dipicu tuntutan para mahasiswa agar pelaku
penyerangan waktu itu segera ditangkap dan diadili sebab sejatinya
menjadi wujud kemajuan demokrasi dan bentuk kontrol terhadap Pemerintah yang
hidup di ruang demokrasi, ternyata dirusak dengan perilaku negara dan ASN yang
represif.
Para mahasiswa menilai bahwa apapun
alasannya, tindakan represif ASN terhadap aktivis yang menyuarakan aspirasi
masyarakat, bukanlah tindakan yang dapat dibenarkan, “Bahkan
perlu dikecam dan diperingatkan sebab tugas ASN
itu hanya melayani kepentingan publik bukan untuk menjadi preman,”
ungkap Rustan BEM STIH Bima
Kebebasan
menyampaikan pendapat, adalah hak paling dasar yang diperjuangkan oleh seluruh
aktivis mahasiswa Indonesia lintas zaman, yang kemudian kita peroleh kembali
sejak era Reformasi 1998.
Dan
hal tersebut dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Tidak hanya itu, Indonesia juga sudah meratifikasi Kovenan
Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik yang dituangkan dalam UU No. 12
Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political
Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik) yang dalam
Pasal 19 juga menjamin hak menyampaikan pendapat, Tandas Rustan
“Oleh karena itu, atas nama Alumni BEM
se-kota bima, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat,
Mendesak pihak
kepolisian dan pemerintah kabupaten bima agar sekiranya menangkap dan menindak oknum ASN Dispertapa atas
perlakuan premanismenya pada rekan mahasiswa beberapa waktu lalu,” tegasnya.
Aksi tersebut direspon langsung oleh Wakil
Bupati Bima Drs H.Dahlan M. NOR
dengan menemui para pendemo, dihadapan massa aksi wabup
menegas, semua tuntutan itu akan menjadi
atensi bagi pemerintah daerah, ''Terkait indikasi oknum ASN
yang memukul mahasiswa kemarin, kami
serahkan sepenuhnya kepada penegak Hukum,'' tegasnya.
Wabub juga berjanji akan mengevaluasi dinas terkait, “Setelah
Bupati kembali dari tugas luar daerah,” ungkapnya
[Ages]


Post a Comment