Bupati : Harusnya Patung Sultan, Tapi Tidak Direstui Keluarga Istana
![]() |
| Hj. Indah Damayanti Putri |
Bima, jerat.co.id
– Menyoal pembangunan Taman Uma Me’e
yang ada di Desa Belo kecamatan Palibelo yang ramai diperbincangkan, baik
menyangkut fisik dan anggaran bahkan kontroversi lambang kuncup bunga yang
dianggap mengenyampingkan budaya Bima.
Menjawab persoalan
ini Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri pada satu kesempatan menerangkan
bahwa awalnya direncakan untuk dibangun patung sultan Muhammad Salahuddin,
namun hal itu tidak direstui pihak istana.
“Karena tidak
disetujui, maka dipasanglah bunga tersebut, sebagai alternatif” katanya waktu
menghadiri kegian Seminar Budaya Di Asi Mbojo senin lalu.
Dinda berharap
masyarakat seharusnya justru harus partisipatif untuk mengelolah dan memelihara
apa yang telah dibangun, tidak hanya mengkritisi hal sepele, “Minimal ikut
menjaga pemeliharaan taman itu agar nyaman dikunjungi, jika ingin memberi
masukan atau kritik, jangan di media sosial, layangkan surat kepada kami agar
dapat kami tindak lanjuti,” tegas Bupati.
Pernyataan Bupati
juga masih belum memberi kepuasan bagi sebagaian kalangan, “Lantas jika bukan
patung sultan, kenapa alternatifnya bunga tulip, kenapa tidak bandeng misalnya yang
lebih sederhana dan pasti membuat kita bangga,” kata salah satu pemuda
setempat.
[Ages]


Post a Comment