Normalisasi Saluran Dam Pela Parado, BWS Dituding Tidak Bertangungjawab
![]() |
| kondisi saluran utama, aliran air melawan arus |
Pasalnya pekerjaan
yang menuai kritik sejak awal ini yang entah kapan dinyatakan selesainya justru
sudah semakin buruk dari keadaan semula.
Berbagai kritikan
yang diarahkan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I diantaranya
pengerukan irigasi yang sangat asal-asalan, normalisasi DAS desa Pela dan Simpasai
yang juga disorot bahkan sejumlah fasilitas vital yang dirusak pihak pelaksana
tidak dibangun kembali seperti saluran pembuangan air dari arah cekdam dusun sori owo desa Tangga, pintu air Dam
Tangga serta pintu air pembagi irigasi yang berada di RT 14 sehingga menjadikan
air meluap dan pemukiman warga tergenang.
Sabtu (13/1)
hujan mengguyur kecamatan Monta, khususnya desa Tangga sejak siang hingga pukul
21.13 wita. Akibat hujan ini, erosi menggerus bebatuan dan lumpur gunung dari
parit sori owo menumpuk ke saluran
utama irigasi dam pela parado. Akibatnya, saluran (seperti pada gambar-red)
tertimbun sepanjang 30 meter.
![]() |
| ujung saluran parit sori owo langsung ke saluran utama |
Kejadian ini
mengakibatkan air meluap dan masuk ke pemukiman warga karena daya tampung
saluran sudah tertimbun bebatuan dan lumpur. Aliran air sungai dari dam pela
parado menuju dam tangga terpaksa ditutup.
Ruslan, S.Pd
salah satu tokoh pemuda setempat menuding pihak BWS sengaja membuat kondisi ini
semakin buruk, “BWS tidak bertanggungjawab atas pekerjaan yang dilakukan oleh
PT Indopenta Bumi Permai,” tandasnya.
Saluran pembuangan
parit sori owo, dibangun dengan anggaran ratusan juta beberapa tahun lalu sudah
dirusak, “Pelaksana telah pergi entah kemana, tanggungjawab BWS tidak ada sama
sekali dan membiarkan bebatuan dan lumpur masuk ke saluran utama,” kecamnya.
Konfirmasi langsung
Jerat ke warga RT 14 desa Tangga, mereka mengancam akan melakukan boikot
sejumlah fasilitas umum seperti jalan raya, kantor kecamatan dan akan menguasai
Dam Pela Parado, “Kami akan turun ke jalan bersama seluruh warga yang berdampak
banjir,” kata Khairani salah satu warga.
Kepala Balai
Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I Asdin Julaidin, ST MT yang sempat
berkunjung ke lokasi ini pada 9 desember lalu berjanji akan segera melakukan
pengerjaan saluran yang dimaksud, “Ini kami bersama pelaksana, besok juga bisa
dilakukan,” katanya saat itu.
Namun hingga
berita ini diturunkan, pekerjaan yang dimaksud belum juga ada tanda-tandanya
sementara masyarakat sekitar telah merestui lokasi tersebut untuk digunakan.
[Leo]



Post a Comment