Berdampak Banjir, Ratusan Warga Desa Tangga Blokade Jalan
![]() |
| Aksi blokade jalan di desa Tangga |
Bima, jerat.co.id – Ratusan hektar hutan lindung yang
berada di sebelah barat desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima rusak parah
akibat penggundulan oleh sekelompok warga untuk bercocok tanam.
Eksploitasi hutan ini berlangsung sejak belasan tahun,
terus bertambah setiap tahunnya untuk dijadikan lahan menanam bawang merah. Akibatnya,
saban tahun musim hujan pemukiman warga menjadi sasaran erosi.
Parahnya, tahun ini pemerintahan desa Tangga memotori
pembuatan jalan dalam hutan lindung dengan nama jalan ekonomi yang direncakan
akan menggunakan Dana Desa sebesar 80 jt (anggaran ini belum ada namun
pekerjaan telah dilakukan, baca berita sebelumnya-red).
Ironisnya, volume sendimentasi arus erosi semakin besar
masuk ke pemukiman, sehingga berdampak pada lingkungan warga.
Hujan pada hari Minggu (25/2) mengakibatkan pemukiman
warga tergenang, Ratusan warga yang mayoritas di RT 14 dan 15 langsung tersulut
emosi sehingga melakukan blokade jalan raya lintas Tente-Parado.
Warga menuding pemerintahan desa telah mendiskriminasi
mereka atas pembuatan jalan di dalam kawasan hutan, “Sebelumnya kami pernah
meminta pada pemerintah desa untuk menimbun gang depan rumah kami dengan satu
atau dua truk, tapi permintaan itu ditolak,” ujar salah satu warga.
“Lantas tidak lama setelah itu, pemerintah desa dan BPD
justru mengalokasikan anggaran untuk pembuatan jalan yang tidak ada manfaatnya
bagi kami, malah semakin membuat kami sengsara kena dampak banjir,” tandasnya.
Arus lalulintas sempat lumpuh total beberapa saat, karena
konflik yang terjadi di desa Tangga Baru, akhirnya blokade dibuka.
Kecewa karena tidak satupun unsur pemerintahan desa yang
mau mendengarkan keluhan mereka, akhirnya warga ini melakukan penyegelan kantor
desa.
Aeman, S.Pd ketua BPD desa Tangga via selulernya mengatakan akan melakukan dialogh dengan pemerintah desa dan warga pada hari senin besok.
Aeman, S.Pd ketua BPD desa Tangga via selulernya mengatakan akan melakukan dialogh dengan pemerintah desa dan warga pada hari senin besok.
[Jr.1]



Post a Comment