Pewarta Kae Dukung Optimalisasi BOS di Sekolah
| rapat pengurus Pewarta Kae |
Bima,
jerat.co.id – Biaya Operasional Sekolah (BOS) sejatinya untuk menunjang
pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, guna mencapai tujuan
mutu pendidikan. Namun belakangan marak ‘penjarahan’ dana BOS di sekolah.
Hampir seluruh
sekolah mengalami hal yang sama, pembengkakan pengeluaran tidak dapat dielakkan,
terutama pada periode triwulan pertama yakni menjelang ujian akhir sekolah dan
ujian nasional.
Operasi Tangkap
Tangan (OTT) yang menimpa oknum kepala UPT Dikpora Bolo kamis kemarin merupakan
salah satu bentuk kegerahan publik atas penyalah gunaan dana BOS ini.
Dengan kenyataan
ini, pengurus Persatuan Wartawan (Pewarta) Kae menilai perlu adanya kontrol
sosial terhadap penggunaan dana BOS di sekolah-sekolah. Hal itu disampaikan
Edho Rusadi, SH ketua Pewarta Kae ditemui di pandopo wakil Bupati Bima kamis
malam.
Menurutnya,
hampir semua pos BOS mengalami pembengkakan, “Dan ini menyulitkan pihak
sekolah, yang imbasnya akan berpengaruh pada mutu pendidikan yang ingin
dicapai,” katanya.
Selain persoalan
tray out, banyak hal lainnya yang sangat mempengaruhi ini seperti perekrutan
tenaga honorer yang membludak, pembayaran barang dan jasa lainnya, “Dari pos
ini saja, lebih dari separuh anggaran yang habis, ini menurut pengakuan
sekolah-sekolah yang saya kunjungi,” jelas Redaktur Radar Tambora ini.
Karena itu atas
nama Pewarta Kae Edho menegaskan akan mendukung optimalisasi penggunaan
anggaran BOS, “Terutama untuk jasa langganan media, seperti di beberapa sekolah
yang telah membuat MoU, seharusnya seluruh sekolah melakukan hal yang sama
untuk menghindari terjadinya pembengkakan biaya,” tegasnya.
“Mau itu cetak
atau Online, sekolah akan membayar sesuai dengan bunyi MoU yang telah
disepakati,” lanjutnya.
Sekolah memiliki
hak untuk menentukan kebijakan sesuai juknis yang ada, “Hal ini perlu dilakukan
untuk menghindari munculnya media abal-abal dan wartawan gadungan, terutama
untuk wilayah Kae ini,” kata Edho.
“Pewarta Kae
adalah organisasi kewartawanan yang mulai saat ini akan melakukan pengontrolan
terhadap tindakan anggotanya di lapangan, jika ada keluhan dan pelanggaran maka
kami akan mengambil tindakan tegas baik melalui dewan pers maupun jalur hukum,”
ujarnya.
Hal ini
dilakukan kata Edho, untuk mengedepankan profesionalisme jurnalis dan menjaga
integritas profesi. “Yang pada akhirnya, akan terbangun kontrol yang seimbang,
pihak sekolah akan hati-hati menggunakan anggaran BOS demikian juga tidak ada ‘penjarahan’
yang dilakukan oknum yang membawa nama media,” tutupnya.
Pernyataan sikap Pewarta Kae ini akan disosialisasikan juga pada kegiatan Pewarta Go To School yang akan digelar dalam waktu dekat.
[jr.1]

Post a Comment