Dinilai Asal, Pembangunan Jembatan Desa Tangga Menuai Protes
| posisi jembatan saat ini |
Pasalnya, pembangunan
dengan biaya Rp. 3.646.000.000 (Tiga milyar enam ratus empat puluh empat juta
rupiah) ini dinilai tidak berkualitas dan terkesan asal-asalan.
Sejumlah warga
mengeluhkan ulah pelaksana yang tidak mempertimbangkan mutu pekerjaan dengan
membiarkan tiang penyanggah tidak kokoh sehingga jembatan menjadi cekung.
Mega proyek
yang dilaksanakan oleh PT Citra Putra LA. Terang dengan sumber anggaran Dana
Alokasi Khusus (DAK) tersebut diperkirakan mencapai 70 porsen namun hasilnya dinilai
sangat jauh dari harapan masyarakat selama ini.
Ruslan, S.Pd salah
satu anggota BPD Tangga minggu pagi tadi mengatakan, “Warga Tangga dan dusun
Diha khususnya selama ini sangat menginginkan adanya jembatan ini, namun dengan
kondisi jembatan yang dibangun seperti ini sangat membuat mereka kecewa,”
katanya.
“Beberapa hari
terakhir banyak warga yang menyampaikan keluhan tentang kondisi jembatan,
mereka kuatir jembatan ini hanya mampu bertahan sampai dua tahun saja,” ujar Ruslan
Bahkan menurut
Ruslan, banyak warga yang ingin melakukan aksi boikot pekerjaan. “Namun
keinginan ini saya urungkan sembari menunggu tanggapan pihak pemda dan
pelaksana,” terangnya.
Di lokasi
pekerjaan Syamsudin dan Rafik orang kepercayaan PT mengakui adanya pergeseran
tiang penyanggah, “Tapi itu sebenarnya tidak mempengaruhi mutu jembatan, sebab
bahan dan material yang masuk sudah diatas standar bahkan mutu,” terang mereka.
Mereka berjanji,
semua keluhan warga akan disampaikan kepada bosnya, “Memang salah satu tiang penyanggah
sedikit bergeser, ini disebabkan oleh tidak adanya tiang tengah. Wala begitu,
keluhan warga ini akan segera kami sampaikan ke Bos,” harap mereka.
[jr.1]

Post a Comment