Header Ads

Pro Petani, LMND dan Serikat Tani Gelar Aksi Depan Kantor Bupati

aksi di depan kantor bupati senin pagi

Bima, jerat.co.id Puluhan mahasiswa dan masyarakat yang terhimpun dalam Serikat Tani Nasional dan LMND Bima, senin pagi menggelar aksi protes depan kantor Bupati Bima.

Aksi ini berlangsung tertib dan terkendali dibawah pengawalan Sat Pol PP bersama aparat kepolisian resort kabupaten Bima.

Dalam aksi itu, para mahasiswa mendesak pemerintah agar lebih memperhatikan kebutuhan dan keluhan para petani yang terkesan menjadi obyek penindasan.

Pasalnya menurut mereka, banyak pihak yang mengambil keuntungan dari kompleksitas keadaan petani, mulai dari pengadaan bibit unggul yang tidak merata dan terdapat kelompok fiktif, penyaluran saprodi dan pupuk bersubsidi yang tidak sesuai dengan RDKK, kelangkaan pupuk hingga harga produksi yang tidak mampu dikendalikan yang mengakibatkan petani merugi.

Menjawab ini, pemerintah daerah kabupaten Bima melalui Asisten I dan Kabag Administrasi Perekonomian SetdaIwan Setiawan, SE menjelaskan, “Tidak kali ini forum mahasiwa menggelar aksi pro petani, aksi serupa pernah dilakukan sebelumnya sehingga pemerintah daerah kabupaten bima telah melakukan berbagai upaya untuk lebih mengedepankan hak para petani bahkan saya sendiri disertakan untuk menghadap pemerintah pusat untuk menyuarakan keluhan petani kita,” ungkap   Iwan dihadapan mahasiswa.

Bahkan kata Iwan, ia sendiri diutus langsung kementerian pertanian di bagian dirgen holtikultura yang khusus menangani bawang merah, “Dan hasilnya, hari ini pihak pusat telah merekomendasikan pengusaha untuk membeli hasil produksi bawang merah kita,” terangnya.

“Untuk dipahami, anjloknya harga bawang karena hukum ekonomi, dimana hasil produksi meningkat maka akan berpengaruh pada harga penjualan. Posisi pemerintah dalam hal ini hanya mampu menjadi jembatan aspirasi petani misalnya seperti yang dilakukan tempo hari,” papar Iwan.

Bahkan di sana kami dijanjikan untuk implementasi Permendag nomor 96 2018 dengan ketentuan harga acuan terendah ditingkat petani dan ditingkat penjual khusus untuk bawang merah.

“Tinggal satu hal yang ditunggu sekarang yakni perjuangan para menteri dalam rapat kabinet terbatas bersama dengan bapak presiden agar acuan tersebut segera diterapkan,” ucapnya.

Pemerintah pusat juga telah merencanakan untuk penanganan Bawang kepada Bulog, “Ini yang masih kami tunggu, penugasan kepada Bulog untuk menampung bawang merah,” terang Iwan.  

Persoalan pupuk subsidi dengan segala keluhannya, “Saya juga selaku sekretaris KP3 telah menghentikan ijin sejumlah pengecer pupuk yang telah terbukti melakukan pelanggaran, dan akan masih banyak yang akan bernasib sama jika ada laporan terkait pengecer,” tegasnya.

Sekitar pukul 12.15 wita, dengan penjelasan ini, masa aksi dapat menerima dan membubarkan diri dengan tertib 

[Jr]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.