Saluran Sori Owo Desa Tangga Belum Dikerjakan, Warga Mulai Resah
![]() |
| foto arsip |
Bima, jerat.co.id – Tentunya kita masih ingat dengan insiden ini http://www.jerat.co.id/2018/03/proyek-17-m-gagal-lahan-pertanian-3.html
Hal itu diduga disebabkan oleh
pelaksanan proyek normalisasi dam pela parado yang dikerjakan dengan asal, http://www.jerat.co.id/2018/03/chensi-lepas-tanggungjawab-bekerja-atas.html
Anehnya, setelah beberapa kali hal ini
disampaikan bahkan oleh warga sendiri telah meminta kepada pimpinan daerah,
Bupati dan wakil bupati Bima agar segera dilakukan pengerjaan, hingga berita
ini ditulis belum ada tanggapan.
Beberapa kali keluhan itu disampaikan,
hanya janji yang dapat disampaikan kepala daerah tanpa ada realisasi. “Semua
itu hanya untuk menyenangkan hati masyarakat,” ungkap Kamaludin, S.Sos salah
satu tokoh muda desa Tangga.
Padahal, sebentar lgi musim hujan
sementara kondisi ini sudah berjalan sejak musim penghjan tahun lalu dan
dampaknya sudah sangat jelas bagi pemukiman warga, kata Kamal .
![]() |
| foto arsip |
Jika dalam waktu dekat pembangunan
saluran ini tidak dikerjakan, dikhawatirkan keresahan tahun kemarin akan
terulang, “Bahkan ini akan semakin memberikan dampak lingkungan yang semakin
parah,” lanjutnya.
Bayangkan saja, satu kali hujan turun
maka endapan erosi akan langsung mengendap dan memenuhi saluran utama irigasi Dam
Pela Parado, “Sudah dapat dipastikan dampaknya, saluran ini akan mampet dan
para petani di tiga kecamatan akan kesulitan subsidi pengairan untuk lahan
pertaniannya,” tukas Kamal.
Sementara Kepala Balai wilayah Sungai
(BWS) Nusa Tenggara I Asdin Julaidin, ST MT sekitar september tahun 2017 pernah
berjanji kepada warga akan segera memulai pekerjaan tersebut, namun hingga saat
ini belum juga terealisasi.



Post a Comment