Terkait SMAN 1 Monta, Ketua Komite Desak Transparansi Belanja BOS
Kepala Sekolah “Minta Saja Tanggapan Sama Bapakmu”
![]() |
| ilustrasi |
Bima Jerat Online – Kasus dugaan penyimpangan anggaran BOS tahun 2016 yang menggeret kepala
SMAN 1 Monta hingga berita ini ditulis sedang dalam proses penyelidikan unit
Tipikor Polres Panda.
Ini harusnya menjadi ranjau dalam pembelanjaan anggaran
BOS di sekolah tersebut, namun tidak demikian bagi seorang Nurul Mubin,
S.S.,M.Pd, kesannya laporan tersebut hanya reaksi ketiakpuasan segelintir orang
yang tidak menyukainya sebagai kepala sekolah.
Hal ini justru membuat Mustakim H. Arrahman ketua komite
sekolah semakin geram, karena menurutnya kepala sekolah harus lebih mawas diri
untuk merubah pola kerjanya terutama dalam penggunaan anggaran yang ada di
sekolah tesebut, “Ini kesannya kok menganggap enteng, dan tidak ada perubahan
sama sekali,” ungkapnya usai rapat komite kamis kemarin.
“Saya sebagai ketua komite sekolah hanya diam, bukan
berarti tidak tahu tentang apa yang terjadi di sekolah ini, kami diam karena
kepala sekolah menutup ruang koordinasi dengan komite, bukan sebaliknya
kebungkaman komite lantas dianggap menyetujui setiap kebijakan yang adai di
sekolah,” ketusnya.
Pengusaha muda desa Tangga ini menyesalkan sikap apatis
sekolah terhadap komite, “Kesannya kami selaku komite dianggap musuh yang siap
mementahkan kebijakan kepala sekolah, padahal jika saja kepala sekolah
menjalankan semuanya sesuai aturan, saya rasa prasangka itu akan sirna. Sebut
saja pada penggunaan dana BOS, hampir semua tahapan telah dilanggar, dari
penyusunan rencana anggaran yang tidak melibatkan panitia BOS hingga
transparansi penggunaan anggaran, bahkan yang lebih aneh lagi tentang penarikan
dana BPP ini.” ujarnya.
“Jika disikapi dengan bijak, berangkat dari laporan pada
tipikor. Kepala sekolah harus lebih hati-hati dalam mengelola sekolah terutama
yang berkaitan dengan keuangan. Sedikit tidaknya dapat meringankan tuduhan,
bukan dengan cara meminta ketua komite untuk menandatangani surat pernyataan
yang isinya seolah-olah menyetujui tindakan kepala sekolah yang tidak perna
saya ketahui, ini khan lucu jadinya,” sindir Mustakim.
Ia juga meminta pertanggungjawaban kepala sekolah
terhadap penarikan tunggakan melalui ijasah siswa, “Dana ini juga belum jelas
laporannya, sebab setiap siswa yang meminta ijasah harus melunasi semua
tunggakannya sementara dana itu tidak jelas laporannya sampai sekarang,”
katanya.
Menutup keterangannya, Mustakim menegaskan agar kepala
sekolah harus transparan menggunakan keuangan, “Sehingga tidak ada kecurigaan
ada laporan fiktif dan tumpang tindih antara belanja keuangan komite dan BOS.”
Tutupnya.
Sementara kepala sekolah yang dihubungi via WA justru
memaki dengan bahasa kasar, “Minta saja tanggapan sama bapakmu yang
kepala sekolah, saudara!”. Katanya.
[Leo]


Post a Comment