Opini : Asosiasi Pedagang, Antara Kesejahteraan Petani dan Tujuan Politik
![]() |
| transaksi petani dengan tengkulak di desa Tangga Monta |
Dimana asosiasi
ini dianggap mampu menjawab persoalan paling dasar ditingkat petani kita,
terutama untuk mendongrak harga jual bawang merah yang menjadi salah satu komoditi
andalan dan telah menjadi Icon daerah.
Menjamurnya
Tengkulak adalah hal lain yang sangat mengancam kesejahteraan petani, selain
mampu memonopoli harga, mata rantai tengkulak ini momok karena mampu menekan
hasil produksi dengan pola timbangan 'panas dingin'.
Konsep ini
(asosiasi) dengan dukungan intervensi pemerintah untuk menemukan peluang pasar
adalah langkah ideal yang paling dinanti masyarakat petani sebagai wujud
keberpihakan pemerintah atas kesejahteraan rakyatnya. Karena 85% penduduk
kabupaten bima adalah petani, secara politik dan ekonomi, kesejahteraan petani
adalah mutlak kunci dari seluruh cita-cita daerah.
Dari berbicara
Stabilitas keamanan, hingga pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang
bermuara pada kemakmuran bagi seluruh rakyatnya.
Akan tetapi
menjadi tidak berarti jika asosiasi ini dibentuk atas dasar kebijakan dan untuk
kepentingan politik, karena akan bernasib sama dengan kebanyakan kelompok tani
yang hanya dijadikan sebagai obyek kepentingan sekelompok orang ‘istana’ dan
para ‘tengkulak’ politik.
Pun menjamurnya
tengkulak yang menyekik petani, hal yang sama juga akan dialami para petani
(dalam bentuk lain) seandainya intervensi kepentingan politik dibalik rencana
terbentuknya asosiasi ini nanti.
Menutup opini
saya terhadap ini adalah pertanyaan yang akan terjawab oleh ruang dan waktu,
“Sebesar apa keikhlasan Pemerintah untuk benar-benar membangun daerah ini”.
Kita akan lihat nanti.*)
Suharlin, S.Sos
Pimpinan redaksi Jerat Group
Suharlin, S.Sos
Pimpinan redaksi Jerat Group


Post a Comment