Pemerasan Berkedok LSM, Ketua LPPK NTB Berang Nama Lembaganya Disebut
![]() |
| Fadlin : Ketua LPPK NTB |
Dengan modal
kartu nama dan isu, para oknum ini menekan dan mengintimidasi korbannya, baik
dengan cara mengancam akan melaporkan ke polisi dan jaksa, padahal
ujung-ujungnya membuka ruang untuk negosiasi. Transaksi gelap terjadi atas
kesepakatan yang dipaksakan.
Parahnya lagi,
banyak lembaga dan media yang justru menjadi korban. Seperti yang dialami Lembaga
Pemantau Pengawasan Korupsi (LPPK) NTB. Baru-baru ini santer dengan modus
pemerasan atas nama lembaga tersebut, sejumlah kepala sekolah telah menjadi
korban.
Salah satu
korban di kecamatan Monta yang tidak ingin disebut namanya mengaku diteror dan
diperas oleh oknum yang mengatas namakan Lppk NTB.
Oknum ini
berhasil memeras korban jutaan rupiah dengan gaya penekanan yang cukup
meyakinkan, “Kami dari Lppk NTB, telah memiliki data atas penyimpangan di
sekolah anda, dan dalam waktu dekat kami akan laporkan ke jaksa. Kalau ada
waktu kami ingin wawancara langsung,” itu awal percakapan via SMS yang diulas
korban pada media ini.
Yang membuat
korban kesal, beberapa oknum yang mengatasnakaman wartawan dan LSM sebelumnya
ada yang melakukan hal serupa dan berarkhir dengan amplop. Beruntun seperti depkolektor
oknum yang sama tidak cukup satu kali datang menteror, sehingga hal ini membuat
korban dan pihak keluarga menjadi gerah.
Puncak kegerahan
ini disampaikan kepada Jerat Group yang kemudian menghubungi Fadlin ketua LPPK NTB via selulernya. Tampak kegusaran
dan kegeraman dari nadanya, “Bila perlu langkah hukum akan kami tempuh untuk
oknum ini,” tandasnya kamis (4/1).
Fadlin mengecam
oknum yang mencaplok nama lembaganya dan akan segera mencari tahu siapa dari 75
orang anggotanya yang telah mencemarkan nama baik lembaga yang dipimpinnya. “Kami
akan segera menggelar rapat, jika itu dilakukan oleh anggota Lppk NTB maka kami
akan langsung menyerahkannya ke pihak yang berwenang, sebab ini talah melanggar
AD/ART lembaga,” janjinya.
Namun yang
jelas ditegaskanya bahwa oknum tersebut adalah orang luar lembaga yang sengaja
ingin merusak integritas Lppk NTB.
Sebelum konfirmasi
berlanjut, Fadlin meminta ijin beberapa menit untuk menghubungi nomor korban yang
diberikan wartawan, “Berdasarkan keterangan kepala sekolah barusan, beliau
mengaku tidak mengenal oknum yang dimaksud namun dari pengakuannya, beliau
merasa ditekan dan dibuat tidak tenang oleh oknum-oknum ini. Beliau sedikit
curhat karena ternyata kepala sekolah ini adalah senior saya di HMI dahulu,
tentunya kejadian ini menjadi tanggungjawab moril kami untuk segera mengungkap
pelakunya,” terangnya setelah sempat jeda.
[Leo]


Post a Comment