Terkatung, 4 Bulan Honor Tenaga TU SLTA Belum Dibayar
![]() |
| Di ruangan kepala UPT Layanan Dikmen |
Bima,Jerat.co.id
- Pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan terhitung sejak Januari 2017 pengelolaan
sejumlah SMA/SMK sederajat Di kelolah langsung pemerintah provinsi. Segala sesuatu mulai dari penganggaran,
pengangkatan guru dan pemilihan kepala sekolah ada di kewenangan pemerintah
provinsi.
Namun, imbas
dari proses pengalihan ini belum sepenuhnya maksimal, pasalnya yang diakomodir
penganggaran hanya pada tenaga pendidik sementara tenaga Tata Usaha (TU) masih
terkatung-katung.
Disatu sisi,
pemerintah daerah telah memutus aliran pendanaan untuk tenaga TU yang biasanya menerima gaji atas SK Honorer Daerah (Honda) ini, disisi
lain pemerintah propinsi hanya menanggung honor guru sesuai dengan jam mengajar.
Proses pembayaran honor ini lancar masuk ke rekening masing-masing guru. Sementara
tenaga TU hanya menjadi penonton dan menunggu nasib.
Hal ini disampaikan
oleh Ilham, S.Pd salah satu tenaga TU SMAN 1 Palibelo kabupaten Bima. “Terhitung
sejak septeber 2017, kami sudah tidak digaji. Ini bukan saya saja, seluruh
tenaga TU se kabupaten Bima belum menerima,” ungkapnya selasa (16/1).
Bahkan sejak
akhir tahun para honorer ini telah melakukan koordinasi baik ke pemerintah
daerah kabupaten bima maupun provinsi, namun tidak ada tanggapan yang pasti, “Percuma
kita rajin datang ke sekolah tanpa diberi honor, anak istri kita mau makan apa,"
keluhnya.
Ilham mengaku,
jika sampai akhir bulan ini tidak ada kejelasan maka seluruh tenaga TU se
kabupaten Bima akan turun jalan, “Kami akan menggelar aksi protes menuntut
kejelasan,” tandasnya.
Menanggapi ini,
kepala UPT Layanan Dikmen Abas.M.pd membenarkan
adanya persoalan ini, “Berhubung gaji TU ini telah dialihkan ke pusat, maka
2018 baru bisa dibayarkan, dan ini telah kita laporkan ke propinsi dan sudah
direspon,” katanya di Panda selasa kemarin
[Ages]


Post a Comment