UEP Babuju Mandiri Mulai Buming
![]() |
| Komunitas 'G 77' di Markas Babuju |
Kota Bima,
jerat.co.id – Virus kreatifitas sudah mulai merambah gelora para pemuda negeri
yang pernah menyandang nama buruk ‘daerah zona merah’ ini, Bima. Bersamaan dengan kiprah komunitas Babuju
Aura positif
yang ditebar komunitas Babuju ini tidak hanya di sebahagian
wilayah, melainkan hampir seluruh pelosok daerah. Bahkan tidak sedikit komunitas
pemuda dan remaja yang mengakui daya juang Babuju.
Kombinasi
motifasi dan inspirasi dengan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) adalah ciri khas
komunitas yang dinakhodai Julhadi, SE atau akrab di kenal Rangga Babuju ini.
Sejumlah kelompok
binaan yang tersebar telah menunjukkan hasil yang membuat orang 'angkat topi'
sebab dengan proses pendampingan yang dilakukan intens dan partisipatif,
kelompok binaan mampu berswadaya dengan pencapaian hasil yang menguntungkan.
Dari home
industri dengan bahan lokal, sampai budidaya di bidang peternakan, perikanan
dan pertanian. Seiring waktu komunitas ini mengaklamasikan diri sebagai
Komunitas Babuju Mandiri.
Pengakuan ini
dikuti dengan mengalirnya dukungan dari semua pihak, bahkan tidak sedikit yang
ingin mengikuti jejak Babuju Mandiri ini.
Seperti minggu
pagi (17/3), belasan remaja berpakaian agamais menyambangi Markas Babuju di jln
Imambonjol No 67 Kelurahan Santi - Kota Bima. Mereka cukup antusias datang
untuk belajar Budidaya ikan Air tawar khusus Lele.
Komunitas yang 'Dinakhodai' oleh Akbar, Finalis Sampela Mbojo 2015 asal kec Woha kab Bima ini, bukanlah komunitas Biasa. 95 % anggota nya memiliki kemampuan berbahasa inggris yang fasih. Selain itu, penguasaan bahasa Arab juga tidak diragukan. Padahal, mereka bukanlah anak pondok pesantren. Mereka hanya lah anak Desa yang semangat untuk belajar bersama.
Kedatangan mereka kali ini adalah untuk mendalami proses Budidaya Ikan lele. Selama 3 jam mereka belajar cepat budidaya ini. Menurut mereka Ekonomi Kreatif harus terus berkembang. "Kami sengaja datang kesini (kolam budidaya lele BABUJU MANDIRI) untuk belajar tentang budidaya lele" Jelas Akbar.
Tidak hanya belajar untuk mendalami Budidayanya, menjelang pulang, Komunitas 'G-77' juga membeli 250 ekor bibit lele siap tebar. "Kami sudah punya kolam dan sudah treatmen air 3 hari terakhir. Tinggal bibit yg kami beli ini, akan kami tebar di kolam kami untuk kami dalami lagi cara dan tekhnik Budidaya lele yang penggemarnya cukup tinggi di Bima ini" Tegas Akbar.
Setelah 3 jam berlalu bersama berbagai pertanyaan sekaligus praktek, Komunitas 'G - 77' yang semula bernama 'Generasi Mau Belajar' (GeMBeL), minta pamit dengan pesimis bahwa mereka mampu mengembangkan Budidaya Lele ini diwilayah Desa Samili kec Woha Kab Bima.
Komunitas yang 'Dinakhodai' oleh Akbar, Finalis Sampela Mbojo 2015 asal kec Woha kab Bima ini, bukanlah komunitas Biasa. 95 % anggota nya memiliki kemampuan berbahasa inggris yang fasih. Selain itu, penguasaan bahasa Arab juga tidak diragukan. Padahal, mereka bukanlah anak pondok pesantren. Mereka hanya lah anak Desa yang semangat untuk belajar bersama.
Kedatangan mereka kali ini adalah untuk mendalami proses Budidaya Ikan lele. Selama 3 jam mereka belajar cepat budidaya ini. Menurut mereka Ekonomi Kreatif harus terus berkembang. "Kami sengaja datang kesini (kolam budidaya lele BABUJU MANDIRI) untuk belajar tentang budidaya lele" Jelas Akbar.
Tidak hanya belajar untuk mendalami Budidayanya, menjelang pulang, Komunitas 'G-77' juga membeli 250 ekor bibit lele siap tebar. "Kami sudah punya kolam dan sudah treatmen air 3 hari terakhir. Tinggal bibit yg kami beli ini, akan kami tebar di kolam kami untuk kami dalami lagi cara dan tekhnik Budidaya lele yang penggemarnya cukup tinggi di Bima ini" Tegas Akbar.
Setelah 3 jam berlalu bersama berbagai pertanyaan sekaligus praktek, Komunitas 'G - 77' yang semula bernama 'Generasi Mau Belajar' (GeMBeL), minta pamit dengan pesimis bahwa mereka mampu mengembangkan Budidaya Lele ini diwilayah Desa Samili kec Woha Kab Bima.
[Jr.1]


Post a Comment