Kemiskinan Pria Pemilik Rumah Ini Jadi Tontonan
![]() |
| kondisi rumah yang dihuni Abdurrahman |
Bima,
jerat.co.id – Jika kita melintasi jalur menuju pantai wisata Rontu dan Wane kecamatan
Monta tepatnya di Desa Waro depan SMPN 2 Monta, maka kita akan disuguhkan
pandangan yang sangat miris.
Pasalnya, di
pinggir jalan raya yang kerap dilintasi kendaraan umum dan hampir seluruh
pejabat kabupaten bima kerap melalui jalur itu tampak sebuah rumah panggung 6
tiang dengan kondisi yang sudah nyaris rubuh.
Anehnya,
pemerintah desa setempat tidak pernah tergerak hatinya untuk membantu warga
yang memang layak untuk disantuni ini, sebab Abdurrahman bin Kara Dula (39 thn)
warga RT 08 ini hidup seorang diri
sepeninggal kedua orang tuanya.
Orang tuanya
tidak meninggalkan warisan apapun untuk anak bungsu dari dua bersaudara ini,
abdurrahman hanya hidup dari penghasilan yang tidak menentu dengan mengandalkan
panggilan untuk buruh tani yang juga hanya musiman. Kesehariannya juga hanya
mendapatkan uluran tangan para tetangga sekedar untuk menyambung hidup.
Seumur-umur
nama abdurahman bin Kara Dula ini tidak pernah singgah dalam daftar warga
miskin yang menjadi sasaran program pemerintah, hal ini membuat Heri salah satu
pemuda setempat mengecam keberpihakan pemerintah untuk menjalankan amanat pasal
34 ayat (1) undang-undang dasar 45 bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara
oleh negara.
![]() |
| ruangan langsung dengan dapur |
Heri yang
ditemui di kediamannya sabtu (23/12) mengisahkan, jumat kemarin rumah yang
ditempati itu nyaris rubuh karena tiang penyanggah sudah lapuk, “Untungnya ada
warga yang melintas dan sempat melihat salah satu tiangnya patah, lalu teriak
memanggil warga sekitar termasuk saya ikut membantu memasang kayu penyanggah
sementara,” paparnya.
Beruntung juga
saat itu rumah tidak rubuh sebab abdurrahman pemilik rumah sedang tidur karena
sakit, “Syukurnya tidak sampai rubuh, karena jika terlambat entah apa yang akan
menimpa Abdurrahman yang sedang sakit,” kilasnya.
Tokoh pemuda
desa Waro ini mengaku jauh hari beberapa kali mengusulkan kepada kades agar
warga ini diberi perhatian, “Karena rumahnya sudah tidak layak huni, saya
pernah sampaikan ke kades agar memberi bantuan minimal seng, karena atap rumah
juga sudah tidak layak untuk berteduh,” pungkas Heri
Kades Waro M.
Ali, SH masih belum dapt dihubungi.



Post a Comment