Relokasi PKM Palibelo Diduga Asal
Ilham : “Saya Orang Sadia Kota Bima, Kamu Mau Apa”
![]() |
| Bangunan yang sedang dikerjakan |
Bima,
jerat.co.id – Pelaksanaan proyek realokasi puskesmas (Pkm) Palibelo kabupaten
Bima NTB diduga asal-asalan. Pasalnya, pekerjaan yang ditargetkan 90 hari
kalender yang telah dimulai pada tanggal 8 september 2017 itu ditangani lebih
dari satu orang sehingga kualitas pekerjaan diragukan.
Mega proyek
senilai 6,207 milyar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi yang
dikerjakan oleh PT Rafa Unggul Sejahtera Langgeng ini juga dinilai siluman
sebab akses informasi yang harusnya diperoleh melalui pintu direksikit
tertutup, jangankan masyarakat, para awak media juga dibuat bingung.
Hasil
investigasi media ini selama beberapa waktu terakhir menunjukkan sejumlah
indikasi penyimpangan, diantaranya kualitas pekerjaan disinyalir tidak sesuai
RAB atau bestek, sebab dari tujuh yang ada diborongkan kepada masing-masing
tukang dengan beragam tekhnik pengerjaan karena pimpronya juga berbeda.
Harga borongan
tukang berkisar antara 57 hingga 60 juta, demikian pengakuan sejumlah buruh
pada media ini. Mereka mengaku terima gaji harian dari pemborong dengan HOK
100rb sehari. Diakui juga bahwa galian dan tebal campuran semen tidak sama.
Pernyataan itu
dipertegas A. Malik salah satu tokoh pemuda setempat, disamping itu katanya,
pihak proyek juga tidak menggunakan tenaga lokal untuk pekerja, “Yang ada hanya
warga Tonggorisa, sebelumnya buruh luar daerah dipekerjakan namun karena HOK
tidak sesuai yakni hanya 80 rb perhari, mereka langsung pergi sehingga HOK
dinaikkan menjadi 100 rb,” kata Malik.
Senada dengan
Nahrul Ahyar, S.Sos ketua karang taruna desa Teke membenarkan pelaksana proyek
terkesan menutup diri dengan tuntutan warga, “Memang beberapa waktu lalu ada dukungan
dari pihak pelaksana untuk para pemuda namun bukan itu yang warga inginkan,
komunikasi dan koordinasi benar-benar tertutup padahal siapapun berhak
memperoleh informasi dan mengetahui pekerjaan ini sesuai atau tidak, ” katanya
sabtu (23/12).
Pihak pelaksana
proyek Ilham yang coba dikonfirmasi enggan memberikan keterangan, setelah dua
hari dijanjikan akan memberikan hak jawab justru sengaja mengkerdilkan posisi
wartawan dengan mengalihkan konfirmasi dengan gaya preman menantang.
“Kalau tidak
tau teknik tidak usa SMS yang aneh. Bapak belum kenal saya anda tau saya ini
orang Sadia 1 adiknya RE mantan wartawan BlPs,” ancam Ilham via SMS.
Tidak berhenti
di situ, melalui nomor yang sama Ilham menelpon dengan nada menantang, “Saya
orang Sadia Kota Bima, kamu mau apa. Mau naikkan berita silahkan saja. Sini
datang ke Sadia,” katanya menutup telpon rabu sore kemarin.
[Team]


Post a Comment